Dalam bidang kerja, Konstruksi termasuk pekerjaan yang penuh dengan resiko jika dibandingkan dengan pekerjaan bidang industri lain seperti Cargo, manufaktur dan masih banyak lainnya. Dalam resiko pekerjaan, industri kontruksi menduduki peringkat pertama dalam kasus kecelakaan kerja. Dan jumlah pekerja yang meninggal akibat kecelakaan kerja bahkan lebih banyak jika dibandingkan dengan industri manufaktur yang sama-sama penuh resiko. Maka perlu ada upaya serius untuk menanggulangi kecelakaan kerja di bidang jasa konstruksi.

Untuk pekerjaan Konstruksi sendir sudah ditetapkan peraturan bahwa setiap proyek konstruksi bangunan yang  mempkerjakan tenaga kerja lebih dari 100 orang ata menyelenggarakan proyek lebih dari 6 bulan wajib memiliki minimal 1 orang  ahli K3 konstruksi, 1 orang Ahli madya K3 Konstruksi dan 2 orang Ahli Muda K3 Konstruksi.

Jika dalam suatu perusahaan tenaga kerja kurang dari 100 orang dan proyek kurang dari 6 bulan maka wajib memiliki 1 orang ahli Madya K3 Konstruksi dan 1 orang Ahli K3 Konstruksi. Dan Jika perusahaan tersebut memiliki tenaga kerja kurang dari 25 orang atau waktu penyelenggaraan proyek kurang dari 3 bulan maka wajib memiliki 1 orang Ahli Muda K3 Konstruksi.

Dari peraturan yang telah di tetapkan diatas, maka segala urusan menjadi tanggung jawab penyedia Jasa Konstruksi, untuk memenuhi peraturan tersebut sehingga kompetensi dan lisensi Ahli Muda K3 Konstruksi dan OHSAS 18001:2007

Tujuan diselenggarakan pelatihan K3 Konstruksi adalah agar peserta mengetahui tugas dan kewajiban dalam melaksanakan persyaratan, sistem dan proses K3 di tempat kerja sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

 1,906 total views,  3 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *